Hands-On Lab: Daftar Isi Otomatis di Microsoft Word

🔰 Pendahuluan

Untuk membuat Daftar Isi otomatis (Table of Contents), Word memerlukan struktur dokumen yang benar. Misalkan dalam tutorial ini akan dibuat susunan penulisan sebagai berikut: Cover → Kata Pengantar → Kata Sambutan → Daftar Isi → Bab I → Bab II → dan seterusnya. Setiap bagian kadang membutuhkan Break yang berbeda (Page Break atau Next Page).

Panduan ini menjelaskan langkah singkat namun lengkap, termasuk halaman romawi, halaman angka, dan bagian landscape.


📘 Struktur Dokumen yang Akan Dibuat


1. Membuat Cover (tanpa nomor halaman)

Cover tidak memiliki nomor halaman. Karena itu kita memulai dokumen dengan Section baru.

Langkah:

  1. Buka Microsoft Word pilih dokumen baru atau yang sudah ada
  2. Buat halaman cover seperti judul laporan atau skripsi, dengan cara:
  3. Buka menu Insert.
  4. Pilih Page → Page Cover.
  5. Pilih salah satu cover yang disediakan kemudian sesuaikan
Menu Insert Cover
Gambar 1: Membuka menu Insert Cover.
Contoh Cover Standar
Gambar 2: Cover yang sudah disesuaikan atau membuat dengan format sendiri

2. Membuat Halaman Kata Pengantar (halaman i)

Untuk diperhatikan bahwa Kata Pengantar memiliki nomor halaman yaitu dengan tanda i biasanya, sementara halaman sebelumnya yaitu Cover yang tidak memiliki halaman, maka agar halaman berikutnya tidak mengikuti halaman sebelumnya, kita harus memisahkan format halaman cover dengan format halaman kata pengantar, dengan cara membedakan Section Breaknya.

Misalkan halaman berikutnya kita akan membuat halaman kata pengantar

Secara otomatis kalau kita sudah melakukan insert cover standar dari word, maka halaman sesudah cover akan berbeda section. untuk melihat atau meyakinkan bahwa antara halaman cover dengan halaman kata pengantar memiliki beda section caranya sebagai berikut:

Langkah:

  1. Double klik pada bagian footer cover. (seperti Gambar 3.)
  2. Akan nampak bahwa Section Break yang cover adalah First Page Footer sedangkan halaman kata pengantar memiliki nama Header
  3. Kalau sudah silahkan klik Close Header and Footer". (seperti Gambar 4.)
  4. Pada halaman Kata Pengantar silahkan tuliskan kalimatnya. (seperti Gambar 5.)
  5. Karena tulisan Kata Pengantar akan masuk kedalam halaman Daftar Isi, maka tulisan Kata Pengantar harus di dirubah stylenya dari normal menjadi Heading 1
  6. Caranya : Blok tulisan Kata Pengantar kemudian pilih pada bagian menu Home → Kategory Style → pilih Heading 1(seperti Gambar 5.)
  7. Memberikan penomeran pada halaman Kata Pengantar dengan huruf i (seperti Gambar 6.)
  8. Caranya : Double klik pada bagian footer halaman Kata Pengantar → Klik Page Number → Klik Bottom of Page → Pilih Plain Number 2
  9. Pilih Page NumberFormat Page NumberNumber Format ke i, ii, iii klik OK (seperti Gambar 7.)
  10. Selesai membuat penomeran halaman pada halaman Kata Pengantar dengan i
Melihat Section Break Close Header and Footer
Gambar 3–4: Mengecek perbedaan Section melalui Footer, lalu menutup Header & Footer.
Membuat Heading 1
Gambar 5: Membuat tulisan Kata Pengantar menjadi Heading 1
Memberikan Penomeran di Bagian Footer
Gambar 6: Pemberian Nomor di Footer
Merubah Format Page Number
Gambar 7: Merubah Page Number 1 menjadi i

3. Membuat Halaman Kata Sambutan (halaman ii)

Untuk diperhatikan bahwa Kata Sambutan memiliki format penomeran halaman yang sama dengan Kata Pengantar . Maka Page Break nya cukup Page

Karena masih dalam section yang sama yaitu penomeran romawi, jadi tidak perlu membuat Section baru — cukup pindah halaman saja.

Langkah:

  1. Pindahkan kursor ke teks paling bawah halaman. (Kata Pengantar dalam hal ini)
  2. Pilih LayoutBreaksPage. (seperti Gambar 8.)
  3. Pada halaman baru, kemudian tulis Kata Sambutan beserta isi nya. (seperti Gambar 9.)
  4. Karena tulisan Kata Sambutan harus masuk ke dalam Daftar Isi, maka tulisan Kata Sambutan harus di dirubah stylenya dari normal menjadi Heading 1
  5. Penomeran pada halaman Kata Sambutan otomatis mengikuti halaman sebelumnya Kata Pengantar, yaitu menjadi ii
  6. Selesai membuat penomeran halaman pada halaman Kata Sambutan dengan ii
Membuat Break Page
Gambar 8: Membuat Halaman berikutnya dengan LayoutBreaksPage
Membuat Style Heading 1
Gambar 9: Membuat Kata Sambutan menjadi Styles Heading 1

4. Membuat Halaman Daftar Isi (halaman iii)

Untuk diperhatikan bahwa Daftar IsiKata Sambutan memiliki format penomeran halaman yang sama yaitu dengan Kata Pengantar . Maka Page Break nya cukup Page

Karena masih dalam section yang sama yaitu penomeran romawi, jadi tidak perlu membuat Section baru — cukup pindah halaman saja.

Langkah:

  1. Pindahkan kursor ke teks paling bawah halaman. (Kata Sambutan dalam hal ini)
  2. Pilih LayoutBreaksPage. (seperti Gambar 10.)
  3. Pada halaman baru, kemudian tulis Daftar Isi tidak beserta isi nya, karena isinya akan diisi otomatis pada tahap akhir.
  4. Karena tulisan Daftar Isi harus masuk ke dalam Daftar Isi, maka tulisan Daftar Isi harus di dirubah stylenya dari normal menjadi Heading 1 (Seperti Gambar 11.)
  5. Penomeran pada halaman Daftar Isi otomatis mengikuti halaman sebelumnya Kata Sambutan, yaitu menjadi iii
  6. Selesai membuat penomeran halaman pada halaman Daftar Isi dengan iii
Membuat Break Page
Gambar 10: Membuat Halaman berikutnya dengan LayoutBreaksPage
Membuat Daftar Isi Menjadi Heading 1
Gambar 11: Membuat Daftar Isi menjadi Styles Heading 1

5. Membuat BAB I (halaman 1)

Untuk diperhatikan bahwa BAB I memiliki nomor halaman dengan tanda 1, ... dst, sementara halaman sebelumnya yaitu Daftar Isi memiliki penomeran yang berbeda iii, maka agar halaman BAB I tidak mengikuti halaman sebelumnya, kita harus memisahkan format halaman tersebut dengan cara membedakan Section Breaknya.

Langkah:

  1. Pindahkan kursor ke teks paling bawah halaman. (Daftar Isi dalam hal ini)
  2. Pilih LayoutBreaksNext Page. (seperti Gambar 12.)
  3. Pada halaman baru, kemudian tulis BAB I KOTA SERANG beserta isi nya.
  4. Karena tulisan BAB I KOTA SERANG harus masuk ke dalam Daftar Isi, maka tulisan BAB I Kota Serang harus di dirubah stylenya dari normal menjadi Heading 1 (Seperti Gambar 13.)
  5. Penomeran pada halaman BAB I otomatis mengikuti halaman sebelumnya Daftar Isi, Maka kita harus merubahnya menjadi angka 1
  6. Caranya : Double klik pada bagian footer halaman BAB I KOTA SERANG → Klik Page Number → Klik Bottom of Page → Pilih Plain Number 2 (seperti Gambar 14.)
  7. Pilih Page NumberFormat Page NumberNumber Format ke 1, 2, 3 ... klik OK (seperti Gambar 15.)
  8. Selesai membuat penomeran halaman pada halaman BAB I KOTA SERANG dengan 1
  9. Penomeran halaman selanjutnya akan terus sama dengan BAB I KOTA SERANG, KECUALI jika ada perbedaan format lagi
Membuat Section Break Page
Gambar 12: Membuat Halaman berikutnya (BAB I) dengan LayoutBreaksNext Page
Kota Serang
Gambar 13: Membuat BAB I KOTA SERANG menjadi Styles Heading 1
Memberikan Penomeran di Bagian Footer
Gambar 14: Pemberian Nomor di Footer
Format Halaman Angka
Gambar 15: Membuat penomeran halaman BAB I KOTA SERANG menjadi 1.

Hasil Sementara Penomeran

  1. Halaman Cover tanpa Nomer
  2. Halaman Kata Pengantar Nomer i
  3. Halaman Kata Sambutan Nomer ii
  4. Halaman Daftar Isi Nomer iii
  5. Halaman BAB I KOTA SERANG Nomer 1

6. Membuat Halaman Landscape

Misalkan dalam laporan atau tulisan ini kita harus membuat tabel yang membutuhkan halaman menjadi Landscape, sementara halaman sebelumnya menggunakan Portrait maka halaman landscape tersebut harus berbeda format dengan sebelumnya

Break yang digunakan: Next Page

Landscape wajib dibuat dalam Section terpisah. Jika tidak, seluruh bab ikut menjadi landscape.

Langkah:

  1. Pindahkan kursor ke teks paling bawah halaman. (BAB I dalam hal ini)
  2. Pilih LayoutBreaksNext Page. (seperti Gambar 16.)
  3. Kemudian rubah orientasi halaman ini dari potrait mejadi landscape. Pilih LayoutOrientationPortrait. (seperti Gambar 17.)
  4. Pada halaman baru, kemudian tulis TABEL 1: DATA PENDUDUK 2025 beserta isi nya.
  5. Lakukan penyesuaian pada halaman landscape ini
  6. Selesai membuat halaman Landscape
Membuat Section Break Page
Gambar 16: Membuat Halaman berikutnya Landscape dengan LayoutBreaksNext Page
Halaman Orientation
Gambar 17: Membuat Halaman Landscape

7. Kembali ke Portrait

Untuk kembali menjadi halaman normal yaitu Portrait, maka kita harus melakukan perubahan format lagi agar tidak halaman berikutnya landscape

Break yang digunakan: Next Page

Landscape hanya untuk satu halaman atau yang diperlukan, maka keluar dari section tersebut.

Langkah:

  1. Pindahkan kursor ke teks paling bawah halaman Landscape.
  2. Pilih LayoutBreaksNext Page. (seperti Gambar 18.)
  3. Pindahkan kursor ke halaman Landscape yang baru, kemudian rubah orientation nya menjadi Protrait (seperti Gambar 19.)
  4. Merubah halaman menjadi angka selanjutnya
  5. Caranya : Double klik pada bagian footer halaman sekarang
  6. Pilih Page NumberFormat Page NumberNumber Format ke 1, 2, 3 ... → Page Numbering pilih Continue from previous (seperti Gambar 20.)
  7. Selesai mengembalikan halaman menjadi Portrait kembali
Membuat Section Break Page
Gambar 18: Membuat Halaman berikutnya Portrait dengan LayoutBreaksNext Page
Halaman Portrait
Gambar 19: Membuat Halaman Portrait
Continue from previous
Gambar 20: Membuat Halaman seterusnya

8. Membuat BAB II dan BAB Seterusnya

Halaman selanjutnya sudah pada posisi portrait dengan nomer berupa angka, maka kita cukup melanjutkan tulisan yang akan disampaikan

Break yang digunakan: Next Page sebaiknya jika berbeda BAB

BAB II biasanya mengikuti format BAB I, sehingga ulangi langkah yang sama.

9. Membuat SUB BAB

Untuk membuat judul Sub Bab masuk kedalam Daftar Isi, maka:

  • Sub Judul Kesatu dari BAB harus dirubah styles nya dari normal menjadi Heading 2.
  • Sub Judul Kedua dari BAB harus dirubah styles nya dari normal menjadi Heading 3.
  • Sub Judul Ketiga dari BAB harus dirubah styles nya dari normal menjadi Heading 4.
  • dan seterusnya, (silahkan lihat Gambar 21 & 22.)

Untuk tulisan sub dari Sub Bab masuk kedalam Daftar Isi, lakukan hal sama yaitu merubah styles normal menjadi Heading 3.

Membuat Heading 2 dan 3
Gambar 21: Membuat Heading 2 & 3
Membuat Heading Selanjutnya
Gambar 22: Membuat Heading Yang Lainnya

10. Membuat Daftar Isi

Jika semua judul Heading 1, Heading 2, dan Heading 3 sudah benar, maka tahap selanjutnya adalah:

  1. Letakan kursor di halaman Daftar Isi.
  2. Pilih menu ReferenceTable Of Contents. Pilih salah satu model. (seperti gambar 23.)
  3. Edit tulisan-tulisan yang dianggap kurang pas.
Membuat Daftar Isi
Gambar 23: Membuat Daftar Isi
Daftar Isi Lengkap
Gambar 24: Membuat Daftar Isi Lengkap
Preview Halaman
Gambar 25: Preview Semua Halaman

🔎 Ringkasan Struktur & Heading

Dalam pembuatan Daftar Isi otomatis di Microsoft Word, konsistensi penggunaan Heading dan Break merupakan kunci utama yang menentukan kerapihan struktur serta akurasi penomoran halaman dokumen.

Heading 1 digunakan untuk judul utama seperti Cover, Kata Pengantar, Kata Sambutan, Daftar Isi, BAB I, BAB II, hingga BAB Akhir. Heading 2 digunakan untuk Sub Bab Kesatu, Heading 3 untuk Sub Bab Kedua, dan Heading 4 untuk Sub Bab Ketiga (jika diperlukan), sehingga hierarki isi dokumen terbaca jelas dan sistematis.

Penggunaan Next Page diterapkan ketika halaman berikutnya memiliki perbedaan format layout atau penomoran, sedangkan Page digunakan jika halaman selanjutnya masih mengikuti format sebelumnya. Dengan struktur yang benar dan konsisten, Daftar Isi dapat diperbarui secara otomatis setiap kali dokumen mengalami perubahan, tanpa perlu penyusunan ulang secara manual.


🎉 Selesai!

Dengan struktur dokumen yang sudah tersusun rapi—mulai dari cover, penomoran romawi, daftar isi, hingga pembagian bab dan pengaturan orientasi halaman— dokumen kini siap digunakan secara profesional dan konsisten. Daftar Isi otomatis akan tetap akurat selama struktur Heading dipertahankan dengan benar.

Apabila terjadi perubahan isi, Daftar Isi dapat diperbarui dengan mudah cukup dengan klik kanan pada daftar isi lalu pilih Update Field.


🚀 Lanjutkan Belajar Microsoft Word

Tutorial ini adalah fondasi penting dalam penyusunan dokumen panjang. Untuk memperdalam kemampuan Microsoft Word secara menyeluruh, kita bisa melanjutkan ke rangkaian tutorial Word lainnya.

Dengan menguasai struktur, heading, header, dan footer, dokumen Word akan terlihat profesional dan siap digunakan untuk laporan, skripsi, maupun dokumen resmi lainnya.