Bagian 10: Masuk BIOS / UEFI

⏳ Waktu Pelatihan: 45 Menit

🎯 Level: Dasar

🧠 Metode: Teori & Praktik Konfigurasi BIOS

📦 Format Materi: Offline & Online

🎯 Tujuan: Peserta memahami fungsi BIOS/UEFI, cara masuk ke BIOS, mengenali menu-menu utama, serta melakukan konfigurasi dasar sebelum instalasi sistem operasi.

Setelah komputer selesai dirakit, langkah berikutnya adalah memastikan seluruh perangkat keras telah dikenali oleh sistem. Hal tersebut dilakukan melalui BIOS atau UEFI yang menjadi penghubung antara hardware dan sistem operasi.

Apa Itu BIOS dan UEFI?

BIOS (Basic Input Output System) merupakan firmware yang bertugas melakukan pemeriksaan awal terhadap perangkat keras saat komputer dinyalakan. Pada komputer modern, BIOS telah banyak digantikan oleh UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) yang memiliki tampilan lebih modern dan fitur yang lebih lengkap.

Cara Masuk ke BIOS

Segera setelah komputer dinyalakan, tekan tombol tertentu pada keyboard sebelum logo Windows muncul.

Merek Motherboard / Laptop Tombol BIOS
ASUS Delete / F2
MSI Delete
Gigabyte Delete
ASRock Delete / F2
Acer F2
Dell F2
HP Esc kemudian F10
Lenovo F1 / F2
Masuk BIOS
1. Tekan tombol Delete atau F2 saat komputer dinyalakan.
Tampilan BIOS UEFI
2. Contoh tampilan BIOS / UEFI modern.

Menu yang Sering Digunakan

Memastikan Hardware Terdeteksi

Setelah berhasil masuk BIOS, lakukan pemeriksaan apakah seluruh komponen telah dikenali oleh sistem.

Informasi CPU BIOS
3. Informasi processor dan kapasitas RAM.
Boot Priority
4. Pengaturan urutan boot perangkat.

Mengatur Boot Priority

Sebelum menginstal Windows, ubah Boot Priority agar komputer melakukan boot dari flashdisk installer terlebih dahulu.

  1. Masuk ke menu Boot.
  2. Pilih Boot Option #1.
  3. Pilih USB Flashdisk.
  4. Simpan konfigurasi dengan menekan F10.
💡 Tips Teknisi: Hindari mengubah pengaturan BIOS yang belum dipahami. Kesalahan konfigurasi dapat menyebabkan komputer gagal melakukan booting atau perangkat tertentu tidak berfungsi dengan baik.

Kesimpulan

BIOS atau UEFI merupakan tahap awal yang sangat penting sebelum menginstal sistem operasi. Seorang teknisi harus mampu masuk ke BIOS, memeriksa seluruh komponen, serta mengatur urutan boot agar proses instalasi berjalan dengan lancar.

📝 Latihan

  1. Masuk ke BIOS pada komputer yang tersedia.
  2. Catat jenis processor yang terdeteksi.
  3. Periksa kapasitas RAM.
  4. Pastikan SSD atau HDD telah muncul pada daftar storage.
  5. Ubah Boot Priority ke USB Flashdisk kemudian simpan konfigurasi.